JOGJA: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY akan mengupayakan agar penggunaan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)bagi siswa tidak lulus bisa berlaku mulai tahun ini.
Rencananya, STTB tersebut akan menjadi salah satu sarana untuk meneruskan ke jenjang berikutnya.
“Masih ada waktu hingga Juli mendatang untuk membicarakannya. Intinya Dikpora tetap berusaha agar STTB bisa berlaku tahun ini,” kata Kabid Bina Program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Baskara Aji, Senin (15/2).Menurut dia, STTB nantinya akan menjadi salah satu alat untuk meneruskan ke jenjang berikutnya. Pasalnya STTB ini merupakan sarana untuk memartabatkan siswa yang tidak lulus agar bisa mendaftarkan ke jenjang berikutnya.
Karena selama ini, siswa yang tidak lulus tidak diberbolehkan untuk mendaftar ke jenjang berikutnya. Selain itu pula, kata Aji, pemberlakuan STTB ini juga dalam rangka menyukseskan Wajib Belajar 9 tahun.
Baskara menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji penggunaan STTB tersebut dengan sejumlah pihak seperti pemerintah, sekolah, serta Perguruan Tinggi (PT).
Sementara itu, beberapa kajian penggunaan STTB yang tengah digodog adalah adanya kemungkinan PT tidak bisa menerima legalitas STTB, penggunaan STTB di jenjang masuk SMP dan SMA, serta penggunaan STTB untuk mencari pekerjaan. Dikhawatirkan, perusahaan tidak mau menerima anak yang tidak lulus hanya dengan menggunakan STTB.
“Kami membutuhkan dukungan dan masukan dari banyak pihak tentang pemberlakuan STTB ini. Apakah nantinya saat masuk ke jenjang yang lebih tinggi akan ada ujian kompetensi lain untuk mereka ataukah tidak. Masalahnya, siswa yang tidak lulus baru akan mengulang Mapel yang tidak lulus pada ujian berikutnya,” pungkas dia.
Ia melanjutkan, setelah mendapatkan masukan dan persetujuan dari berbagai pihak, maka pemberlakuan STTB ini akan mendapatkan legalitas hukum yaitu Peraturan Gubernur (Pergub).
Terpisah, Koordinator Kopertis Wilayah V DIY, Budi Santoso Wignyosukarto mengatakan, apabila STTB akan diberlakukan tahun ini, perlu ada sebuah perincian dengan dasar hukum yang jelas.
“Untuk masuk ke jenjang PT, siswa harus lulus terlebih dahulu dan bukan hanya sekadar tamat. Kalau pemberlakuan STTB ini bisa mengakomodasi kebutuhan lulus siswa, maka tidak masalah menjadi sarana untuk masuk ke PT,” tandas Budi.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rochmat Wahab pun sependapat, jika STTB dikeluarkan, harus memiliki dasar hukum yang kuat. Tanpa didasari dasar hukum yang kuat, kemanfaatan dari dokumen tersebut tidak optimal.
categoris
- ARTIKEL (5)
- Berita (4)
- Foto Galery (1)
- Kuliner (3)
- Teknologi (13)
- Tips dan Trik (1)
Link Tempat Belajar
Blogroll
Link Free Download
STTB akan berlaku kembali tahun ini
Selasa, Februari 23, 2010Diposting oleh Ahmad Yazid M di 23.46 0 komentar
Label: Berita
Kecanduan Internet Picu Depresi
Jum'at, 5 Februari 2010 - 08:57 wib
LONDON - Berselancar di dunia maya berlama-lama dapat menguak sisi gelap seseorang. Semakin seseorang kecanduan internet, maka semakin dia akan dibuat depresi.
Hasil studi dari Catriona Morrison dan timnya dari University of Leeds, Inggris menemukan, semakin lama menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, akan semakin memicu perasaan tidak bahagia pada diri seseorang.
Dampak buruk pada psikologis tersebut dipengaruhi oleh depresi dan kecanduan internet. Kemungkinan besar disebabkan karena orang-orang yang kecanduan internet umumnya telah menganggap dunia maya menjadi pengganti aktivitas normal mereka sehari-hari.
"Internet memainkan peranan besar dalam kehidupan modern. Namun perlu diingat pula berbagai keuntungan yang didapat dari internet tak lepas dari sisi gelap yang menemaninya," kata Morrison seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (5/2/2010).
Dalam studi yang melibatkan 1.319 partisipan ini, peneliti mewawancara orang-orang berusia antara 16 hingga 51 tahun. Mereka diminta menaksir kadar ketergantungan terhadap internet dan depresi yang ditimbulkan.
"Terdapat kesesuaian yang sangat tinggi antara lama waktu yang dihabiskan untuk berinternet dengan tingkat depresi yang ditimbulkan," kata Morrison.
Rata-rata tingkat depresi mereka diketahui lima kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak kecanduan internet. Studi ini juga menemukan, para pecandu internet yang umumnya berusia 21 tahun menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengunjungi situs porno, game online dan komunitas online.
(ugo)
Diposting oleh Ahmad Yazid M di 23.37 0 komentar
Label: Berita
Pemilik Situs Porno Dipenjara 13 Tahun
Senin, 8 Februari 2010 - 13:22 wib
Rachmatunnisa - Okezone
BEIJING - Seorang pria di China tertangkap basah mengoperasikan situs pornografi. Akibat perbutannya, pria itu dihukum 13 tahun penjara dan denda 100.000 yuan atau sekira Rp134 juta.
Pengadilan Provinsi Guangdong yang menangani kasus ini menemukan bukti yang menyatakan pria bernama Huang Yizhong bersalah karena telah mengopi dan menyebarluaskan konten porno.
Situs porno yang dikelola Huang rupanya telah memiliki lebih dari 4.300 pengguna terdaftar. Dari para pengguna setia tersebut Huang bisa meraup keuntungan hingga sekira Rp5,2 miliar.
Seperti dilansir AFP, Senin (8/2/2010), kepada pihak penyidik Huang akhirnya mengaku dirinya mengunduh lebih dari 1.000 film porno dan mengeditnya hingga menjadi 3.600 video yang kemudian dipublikasikan melalui situsnya.
China memang tengah jor-joran memerangi berbagai konten tak sehat dengan semakin memperketat sistem sensorship mereka. Terkait soal pornografi, bukan kali ini saja China melakukan penangkapan. Tahun lalu, China memenjarakan 5.394 orang yang terlibat penyebaran konten porno dan 9.000 situs porno ditutup.
Negara dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia ini nampaknya tidak main-main dalam upaya mewujudkan internet sehat bagi warganya.
(rah)
Diposting oleh Ahmad Yazid M di 23.30 0 komentar
Label: Berita
Internet Bisa Bikin Pengguna Lebih Pintar
Senin, 22 Februari 2010 - 12:21 wib
text TEXT SIZE :
Share
Sarie - Okezone
LOS ANGELES - Sebuah survei di internet menemukan bahwa lebih dari tiga perempat
pengguna internet merasa yakin, internet akan membuat pengguna lebih pintar dalam 10 tahun ke depan.
Survei yang dilakukan oleh Imagining the Internet Center milik University of North Carolina dan Pew Internet and American Life Project ini melibatkan sekira 895 pengguna internet yang berasal dari beberapa negara di dunia.
Bahkan, dalam survei tersebut para respponden juga yakin jika internet mampu membantu meningkatkan kemampuan menulis dan membaca pengguna internet pada tahun 2020 nanti.
"Tiga dari empat ahli IT mengatakan penggunaan internet mampu meningkatkan intelijensia manusia, dan dua pertiga responden pun yakin bahwa internet mampu meningkatkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki," ujar analis dari lembaga tersebut, Janna Anderson, seperti dikutip melalui Yahoo News, Senin (22/2/2010).
Sayangnya, sekira 21 persen dari responden yang terlibat mengatakan, internet mampu menimbulkan efek kebalikannya, bahkan mampu mengurangi IQ jika konsumsinya berlebihan.
"Banyak juga di antara para pengguna internet, yang menjadi responden kami, menyatakan kritiknya atas efek yang ditimbulkan oleh Google, Wikipedia, dan konten online lainnya," ujar Anderson.
Responden yang mengikuti survei tersebut terdiri dari ilmuwan, pebisnis, konsultan, penulis, pengembang teknologi dan pengguna internet umum. Dari 895 responden, lembaga penyurvei menganggap sekira 371 responden merupakan para ahli di bidangnya.
42 persen dari mereka yang dianggap ahli, mengatakan percaya dengan pasti jika pengguna internet akan semakin membuka identitas diri mereka sehingga pada tahun 2020 nanti tidak ada pengguna internet tak bernama. Hal ini dikarenakan semkain ketatnya sistem identifikasi dan keamanan di internet. (srn)
Diposting oleh Ahmad Yazid M di 23.17 0 komentar
Label: Berita