Cara Menghapus Blog.. sabar >>(Jangan Hapus Nama Blog)

Sabtu, Februari 27, 2010

Sudah Bosan dengan blog anda? Ingin menghapusnya? Jika ya Silahkan Masuk ke Blogger dan ada Dashboard, kemudian pilih Setting, dan cari Tombol atau tulisan Delete Blog.


Apa yang Terjadi? Yapz anda benar blog kita pasti terhapus kan...? sekarang ketikan alamat blog anda dan akan muncul pesan seperti paragraf pertama. yang perlu saya garisbawahi adalah "Alamat ini tidak tersedia untuk blog baru."

Sekarang Gimana Caranya saya ingin menghapus blog tetapi nama yang lama masih bisa digunakan.


Setelah Blogger Menghapus blog, secara otomatis Alamat anda gak bisa di Gunakan untuk lainkali.


Berikut Tips sederhana sebelum menghapus blog.


  1. Misalnya blognya http//dunia-blogger.blogspot.com
  2. Buka Dashboard dan pilih Setting.
  3. Pilih Tombol/menu Publishing dan akan muncul beberapa pilihan:

    1. Blog*Spot Addres, silahkan ganti dngan nama yang baru misalnya 1234xyzabc.blgspot.com
    2. Masukan Kode Verifikasi kata sesuai gambar.

  4. Simpan dan Silahkan hapus Blog anda.
Catatan: Dengan begini, Alamat yang terhapus adalah blog yang terbaru (123xyxbc.blogspot.com) Dengan Demikian, Blog yang lama misalnya adepoenyanie.blogspot.com tidak terhapus dan masih bisa dipakai untuk lain kali di yang akan datang.

Read More ..

Internet untuk Hal Berguna, Bukan Sebaliknya

Selasa, Februari 23, 2010

Pendekatan sosial jauh lebih efektif ketimbang teknologi filterisasi internet.

VIVAnews - Melalui program Internet Sehat, PT XL Axiata Tbk (XL) bekerja sama dengan Indonesian ICT for Partnership (ICT Watch) kembali menggelar seminar Internet Sehat. Kali ini, XL menyinggung soal antisipasi dampak buruk Internet dan penyalahgunaan situs jejaring sosial.

Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL mengatakan, tema ini dipilih menimbang perkembangan Internet tumbuh sangat pesat, terutama penggunaan situs jejaring sosial, layaknya Facebook dan Twitter.

“Infiltrasi Internet atas keseharian masyarakat saat ini sangat luar biasa. Terlebih lagi, setelah jejaring sosial menjadi tren di masyarakat. Masyarakat seharusnya sadar bahwa kita hanya butuh hal-hal yang bermanfaat, bukan sebaliknya dari pemanfaatan Internet,” ucap Nadhira, yang akrab disapa Ira di Jakarta, 23 Februari 2010..

“Kita butuh edukasi yang terus menerus agar terhindar dari dampak negatif,” kata Ira.

Di ranah telekomunikasi selular, di mana XL ‘bermain’, pesatnya pertumbuhan penggunaan mobile internet menjadi pemicu tingginya dampak negatif Internet yang semakin luas. Apalagi, ketika ponsel-ponsel Qwerty murah semakin beragam di pasar.

“Makanya, jika tidak selalu waspada, maka pemiliknya akan mendapatkan dampak negatif ketimbang manfaat positif,” kata Ira.

Di tempat yang sama, Donny BU, perwakilan dari ICT Watch, persoalan dampak negatif dari Internet tidak semata-mata duduk pada media teknologi atau gadgetnya, tetapi perlu dikontrol secara sosial.

“Teknologi tak bisa terus disalahkan. Kita harus mengedukasi anak-anak dari kecil supaya mereka lebih dewasa. Pendekatan sosial jauh lebih efektif ketimbang teknologi filterisasi,” kata Donny.

• VIVAnews


Read More ..

STTB akan berlaku kembali tahun ini

JOGJA: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY akan mengupayakan agar penggunaan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)bagi siswa tidak lulus bisa berlaku mulai tahun ini.

Rencananya, STTB tersebut akan menjadi salah satu sarana untuk meneruskan ke jenjang berikutnya.

“Masih ada waktu hingga Juli mendatang untuk membicarakannya. Intinya Dikpora tetap berusaha agar STTB bisa berlaku tahun ini,” kata Kabid Bina Program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Baskara Aji, Senin (15/2).


Menurut dia, STTB nantinya akan menjadi salah satu alat untuk meneruskan ke jenjang berikutnya. Pasalnya STTB ini merupakan sarana untuk memartabatkan siswa yang tidak lulus agar bisa mendaftarkan ke jenjang berikutnya.

Karena selama ini, siswa yang tidak lulus tidak diberbolehkan untuk mendaftar ke jenjang berikutnya. Selain itu pula, kata Aji, pemberlakuan STTB ini juga dalam rangka menyukseskan Wajib Belajar 9 tahun.

Baskara menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji penggunaan STTB tersebut dengan sejumlah pihak seperti pemerintah, sekolah, serta Perguruan Tinggi (PT).

Sementara itu, beberapa kajian penggunaan STTB yang tengah digodog adalah adanya kemungkinan PT tidak bisa menerima legalitas STTB, penggunaan STTB di jenjang masuk SMP dan SMA, serta penggunaan STTB untuk mencari pekerjaan. Dikhawatirkan, perusahaan tidak mau menerima anak yang tidak lulus hanya dengan menggunakan STTB.

“Kami membutuhkan dukungan dan masukan dari banyak pihak tentang pemberlakuan STTB ini. Apakah nantinya saat masuk ke jenjang yang lebih tinggi akan ada ujian kompetensi lain untuk mereka ataukah tidak. Masalahnya, siswa yang tidak lulus baru akan mengulang Mapel yang tidak lulus pada ujian berikutnya,” pungkas dia.

Ia melanjutkan, setelah mendapatkan masukan dan persetujuan dari berbagai pihak, maka pemberlakuan STTB ini akan mendapatkan legalitas hukum yaitu Peraturan Gubernur (Pergub).

Terpisah, Koordinator Kopertis Wilayah V DIY, Budi Santoso Wignyosukarto mengatakan, apabila STTB akan diberlakukan tahun ini, perlu ada sebuah perincian dengan dasar hukum yang jelas.

“Untuk masuk ke jenjang PT, siswa harus lulus terlebih dahulu dan bukan hanya sekadar tamat. Kalau pemberlakuan STTB ini bisa mengakomodasi kebutuhan lulus siswa, maka tidak masalah menjadi sarana untuk masuk ke PT,” tandas Budi.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rochmat Wahab pun sependapat, jika STTB dikeluarkan, harus memiliki dasar hukum yang kuat. Tanpa didasari dasar hukum yang kuat, kemanfaatan dari dokumen tersebut tidak optimal.



Read More ..

Kecanduan Internet Picu Depresi

Jum'at, 5 Februari 2010 - 08:57 wib
Rachmatunnisa - Okezoe

LONDON - Berselancar di dunia maya berlama-lama dapat menguak sisi gelap seseorang. Semakin seseorang kecanduan internet, maka semakin dia akan dibuat depresi.

Hasil studi dari Catriona Morrison dan timnya dari University of Leeds, Inggris menemukan, semakin lama menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, akan semakin memicu perasaan tidak bahagia pada diri seseorang.

Dampak buruk pada psikologis tersebut dipengaruhi oleh depresi dan kecanduan internet. Kemungkinan besar disebabkan karena orang-orang yang kecanduan internet umumnya telah menganggap dunia maya menjadi pengganti aktivitas normal mereka sehari-hari.

"Internet memainkan peranan besar dalam kehidupan modern. Namun perlu diingat pula berbagai keuntungan yang didapat dari internet tak lepas dari sisi gelap yang menemaninya," kata Morrison seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (5/2/2010).

Dalam studi yang melibatkan 1.319 partisipan ini, peneliti mewawancara orang-orang berusia antara 16 hingga 51 tahun. Mereka diminta menaksir kadar ketergantungan terhadap internet dan depresi yang ditimbulkan.

"Terdapat kesesuaian yang sangat tinggi antara lama waktu yang dihabiskan untuk berinternet dengan tingkat depresi yang ditimbulkan," kata Morrison.

Rata-rata tingkat depresi mereka diketahui lima kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak kecanduan internet. Studi ini juga menemukan, para pecandu internet yang umumnya berusia 21 tahun menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengunjungi situs porno, game online dan komunitas online.
(ugo)



Read More ..